Ridwan Kamil: Maulid Nabi Boleh Asal Patuhi Protokol Kesehatan

VIVA – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau Kang Emil, mengatakan sebenarnya klub diperbolehkan melaksanakan kegiatan Maulid Rasul Muhammad maupun pernikahan di pusat pandemi virus COVID-19. Tapi, syaratnya harus mematuhi protokol kesehatan.

“Pemerintah mengizinkan masyarakat buat berkegiatan, asal AKB (Adaptasi Kelaziman Baru). Maulidan boleh, tapi AKB maksimal 50 orang. Pernikahan pula boleh, tapi maksimal 30 orang atau berapa orang, ” introduksi Kang Emil di Gedung Bareskrim pada Jumat, 20 November 2020.

Baca serupa: Ridwan Kamil: 5 Peserta Acara Habib Rizieq Meyakinkan COVID-19

Jadi, Ridwan Kamil mengatakan boleh-boleh saja masyarakat mengadakan kegiatan akan tetapi tidak bisa pakai pola periode seperti menimbulkan kerumunan massa tenggat beribu-ribu orang. Padahal, situasi sampai sekarang masih pandemi COVID-19.

“Yang lama berkerumun beribu-ribu orang, akibatnya kena COVID-19 pada Megamendung. Dua kapolda tergeser oleh tindakan saat itu, ” ujarnya.

Oleh karena tersebut, Ridwan Kamil berharap peristiwa-peristiwa dengan dalam beberapa hari terakhir tersebut menjadi hikmah buat para majikan dan tokoh masyarakat. Menurut dia, masyarakat harus kompak bisa membawa keberhasilan tangani corona.

“Hanya ketaatan yang tentunya bisa membawa kita di dalam kemaslahatan. Kalau pengajian boleh, tapi AKB dan jangan memaksa yang potensi berbahaya. Dahulukan ketimbang manfaatnya, mudah-mudahan bisa dipahami, ” kata dia.