Inspeksi: Publik Puas Kinerja Jaksa Mulia

VIVA   –  Hasil survei yang dilakukan oleh Indonesia Political Review (IPR) terhadap kinerja para menteri kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada satu tahun pemerintahannya menunjukkan bahwa kemampuan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dinilai cukup memuaskan.

Di survei tersebut, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin berada di urutan keempat dengan perolehan 44 persen.

Kepala Pusat Penerangan Kaidah Kejaksaan Agung Hari Setiyono menerima baik hasil survei tersebut.

“Saya taksir masyarakat bisa menilai, khususnya dalam penanganan tindak pidana korupsi yang telah dilakukan kejaksaan selama tarikh 2020 walau dalam kondisi pandemi COVID-19, ” kata Hari Setiyono melalui siaran pers, Jakarta, Sabtu.

Baca serupa:   Jaksa Agung: 100 Kasus Pidana Ringan Diselesaikan Secara Damai

Hasil inspeksi IPR menunjukkan secara umum kemampuan para menteri masih berada dalam bawah 50 persen.

Urutan teratas inspeksi tersebut ialah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang meraih 45, 2 persen, kemudian Menteri Luar Kampung Retno L. P. Marsudi 44, 9 persen, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali yang memperoleh 44, 8 persen kebahagiaan publik.

Urutan berikutnya setelah Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD (43, 7 persen), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (43 persen), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (42, 8 persen), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (42, 5 persen), dan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto (42 persen).

Sementara itu, menurut survei, gajah yang paling kecil mendapatkan kegembiraan publik terkait dengan kinerja ialah Menteri PPPA I Gusti Indah Bintang Darmawati (34, 8 persen), Menteri Riset dan Teknologi Jelas Brodjonegoro (34, 5 persen), Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (34 persen), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (33, 6 persen), dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah (33, 3 persen).

Survei dilakukan di 34 provinsi yang ada pada Indonesia dan menggunakan metode  multistage random sampling .

Wawancara dilakukan pada tanggal 1—10 Oktober 2020 dengan cara telesurvei, yakni responden diwawancara melalaikan kontak telepon menggunakan kuesioner.

Adapun jumlah responden yakni sebanyak 1. 000 responden dengan  margin of error   kurang lebih 3, satu persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei itu bermaksud mengukur dua hal isu utama, yakni mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin dan mengukur tingkat kegembiraan publik terhadap kinerja para gajah Jokowi- Ma’ruf Amin.

Terkait dengan kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, hasil survei IPR membuktikan bahwa sebanyak 43, 7 upah (gabungan sangat puas dan puas) publik mengatakan puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Sementara itu, 51, 3 obat jerih (gabungan tidak puas + betul tidak puas) mengatakan tidak tenang. Sisanya 5 persen mengaku tak tahu/tidak menjawab. (Ant)